Wali Kota Depok : 50 Orang Lebih Terindikasi Virus Corona

Posted on

Wali Kota Depok, Jawa Barat yang bernama Muhammad Idris Abdul Somad mengatakan bahwa setidaknya terdapat sekitar 50 orang lebih yang berinteraksi dengan dua pasien positif virus corona. Sebab itu, pihaknya tengah mencari keberadaan mereka.

“Penegasan, yang positif dua corona, yang terindikasi di atas 50 orang. Yang di atas 50 orang ini yang kontak langsung dengan korban,” tutur Idris di Balai Kota Depok, Jawa Barat pada hari Senin tanggal 2 Maret 2020.

Loading...

Menurut Idris setidaknya sudah 50 orang tersebut mencakup petugas medis Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok dan pasien di rumah sakit tersebut. Sebab, dua korban virus corona sempat memeriksakan kesehatannya di sana.

“Memang ada beberapa pasien yang mengeluh flu di rumah sakit, tapi belum terbukti,” katanya.

Kini Pemkot Depok mengawasi setiap keluhan dan laporan yang masuk ke setiap lembaga medis, termasuk puskesmas dan rumah sakit. Idris berharap setiap lapisan masyarakat dapat sigap memberikan informasi yang telah terkait virus corona di lingkungannya.

“Tetangga sekitarnya kami masih cari informasi yang lain ya,” ujar Idris menandaskan.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta pada hari Selasa tanggal 5 November 2019. Yang mana didalamnya Rapat membahas polemik kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Terawan mengatakan bahwa pihaknya juga sudah menjalani prosedur penanganan orang terduga kena virus corona sudah dilakukan.

“Kita sudah cek, kita bawa. Sudah melakukan isolasi rumah. Sesuai prosedur kita lakukan, menjaga rumahnya. Jadi sudah terdeteksi dari 1 Maret kita lakukan, begitu dengar berita, kita lakukan penelusuran, kita lakukan pemeriksaan,” ujar Terawan.

Beliau menjelaskan, kedua orang itu melakukan kontak langsung dengan warga negara Jepang yang sebelumnya positif terjangkit oleh virus corona.

“Karena ini kan kontak langsung, ini kan kita cek. Kalau enggak close kontak, itu berbeda. Kita mengacu pada epidologis, mana yang paling memungkinkan,” ujar Terawan dengan sangat jelas.

“Corona tidak seganas H5N1, Flu Burung dan sebagainya ini dengan mortalitas yang rendah 2 persen atau karena tegantung daerah dan negaranya,” ujar Terawan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, pada hari Senin tanggal 2 Maret 2020.

Terawan sangat berusaha untuk memastikan saat ini kedua pasien tersebut dalam kondisi baik.

“Jadi begini, saya sudah tengok ngecek pasien kondisi baik, enggak ada deman, sesak, makan, komunikasi baik, kondisi sehat lah dia,” tegas Terawan.

“Tidak semua orang yang terkontak positif akan ikut terinfeksi virus corona juga. Ya, kan tergantung individu. Kalau kekebalan tubuhnya kuat, (virus corona) enggak akan mempan,” lanjut Terawan.

“Ini kenyataan lho ya. Data dari 188 WNI Kapal World ya enggak main-main. Bisa saja kru kapal itu ada yang close contact dengan orang positif virus corona yan dia layani di kapal tersebut.” ujar dia.

Sumber : liputan6.com


BACA ARTIKEL LAINNYA
Loading...