Kesaksian Pasien COVID-19 Saat Minggu Kedua Jadi Momen Terburuk Gejala Corona

Posted on

Bagi sejumlah pasien virus corona, virus corona COVID-19 bisa menimbulkan tingkat gejala yang berbeda setiap minggunya. Biasanya pasien akan mengalami simtom ringan, dan atau bahkan tidak merasakan sama sekali hingga berpikir dirinya sudah sembuh, pada pekan pertama.

Pada menjalani perawatan di pekan kedua, gejala ringan itu berubah menjadi sangat menyakitkan.

Loading...

Penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona ini nyatanya lebih menyiksa ketimbang yang kamu duga. Beberapa pasien dan djuga okter telah melaporkan fase terburuk dari penyakit yang ditimbulkan oleh Virus Corona dengan pasien merasa telah mulai pulih, tetapi kemudian merasa jauh lebih buruk pada minggu kedua setelah gejala pertama.

Kondisi menyakitkan pada hari minggu kedua itu termasuk demam tinggi, sesak napas, dan kelelahan yang sangat ekstrem. Berikut adalah beberapa orang yang telah mengalami dan melihatnya secara langsung, sebagaimana dilansir Business Insider.

Pria berusia 27 tahun ini menderita sakit tulang rusuk yang luar biasa ketika memasuki minggu kedua. Dalam sebuah esai yang ditulisnya untuk Business Insider, Bendix mengatakan bahwa gejala COVID-19 ringannya berubah menjadi gejala yang lebih serius.

“Rasanya seolah saya telah berlari maraton, lalu ditabrak mobil. Saya memutuskan untuk mengisolasi diri di dalam apartemen saya,” tulis Bendix.

Pada hari pertama gejala, Bendix hanya merasa sakit pada tubuh, namun pada waktu 24 jam kemudian mulai kedinginan. Beberapa hari selanjutnya, Bendix akan merasa sakitnya mulai hilang dan berasumsi telah “Ada tekanan juga, seolah-olah seseorang meremas paru-paru saya seperti bermain akordeon. Napas saya terasa berat,” lanjut Bendix ketika memaparkan kondisinya.

“Pada hari ke-14 dari gejala (pertama), ketika saya seharusnya tidak tertular lagi, sakitnya kembali. Saya merasa seolah kembali ke titik awal, tetapi setidaknya saya bisa bernafas.”

Berbeda dengan Bendix, Rosemary O’Hara ternyata punya pengalaman sendiri bagaimana sakitnya terpapar virus corona. Sehari setelah mulai merasakan sakit pada gejala awal, lalu terserang demam, batuk, dan sesak napas. “Di pusat perawatan darurat, dokter mendiagnosis pneumonia,” kata O’Hara. Dia diberi antibiotik dan setelah meminumnya selama 10 hari, mulai merasa lebih baik.

Setelah itu bukannya sembuh malah dia justru merasa lebih buruk. “Tetapi suatu malam dalam sepekan terakhir ini, napas saya terasa sesak, hanya suara napas itu yang bisa saya dengar. Saya juga merasa seakan sangat membutuhkan kantong oksigen.”

Pria tersebut juga mengatakan, berdasarkan pengalamannya, bahwa virus corona “bersifat menipu”. Virus SARS-CoV-2 membuat pasien merasa lebih baik, dan kemudian gejala-gejala seperti demam dan pusing muncul kembali.

“Itu menipu Anda,” kata Craven. “Anda pikir terbebas, lalu (rasa sakit) kembali.”

Sumber : Detik.com


BACA ARTIKEL LAINNYA
Loading...