Berjubel Was-was Kena Corona, Warga Lebih Takut Didenda karena SIM Mati

Posted on

Tepatnya di kantor Satlantas Polrestro Jakarta Timur pada Selasa tanggal 2 Juni 2020 tengah dibanjiri warga yang hendak memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM). Terlihat bahwa panjangnya anteran pemohon SIM (Surat Ijin Mengemudi) itu sudah membludak sejak pagi tadi.

Pemohon mengular hingga ke area parkir kendaraan tanpa memberlakukan jaga jarak yang mana telah sesuai dengan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19.

Loading...

Warga bernama Muhammad Nadzir dengan usia 29 tahun yang mana mengaku memperoleh nomor antrean 133 sejak tiba di kantor Satlantas Jakarta Timur pada pukul 05.30 WIB.

“Nomor urut dibagikan kepada pemohon yang sudah habis masa berlaku SIM per tanggal 30-31 Mei dan 1 hingga 2 Juni 2020. Di luar itu diarahkan untuk kembali lagi nanti,” katanya.

Nadzir juga membenarkan bahwa tidak ada penerapan PSBB dalam proses mengurus perpanjangan SIM (Surat Ijin Mengemudi). Meskipun merasa sangat was-was dengan tidak diberlakukannya jaga jarak di kantor polisi, beliau jugamengaku lebih khawatir terkena denda tilang oleh polisi karena tak memperpanjang SIM (Surat Ijin Mengemudi).

“Sepertinya PSBB tidak ada lagi di sini. Ini rame banget. Saya takut juga sih (tertular COVID-19) tapi daripada didenda (polisi) gara-gara SIM mati,” katanya.

Nadzir juga menyampaikan bahgwa kedatangannya hari ini ke Kantor Satlantas Jaktim adalah kali kedua, sebab pada saat datang hari pertama, pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2020, sistem pelayanan mengalami kerusakan.

“Saya sudah dua kali datang ini, soalnya Sabtu kemarin sistem error,” katanya.

Kasat Lantas Polrestro Jakarta Timur AKBP Suhli secara terpisah yang dikonfirmasi terkait penerapan PSBB dalam mengurus SIM belum memberikan jawaban.

Sumber : suara.com


BACA ARTIKEL LAINNYA
Loading...